1.Konsumsi air dalam jumlah cukup Air bermanfaat untuk mencegah tubuh dan kulit dari kekeringan atau dehidrasi. Minum air yang cukup akan menjaga kebutuhan air dan kelembaban kulit terpenuhi secara alami dari dalam tubuh. Menjaga kelembaban kulit juga dapat membantu melancarkan proses regenerasi sel kulit. 2.Konsumsi vitamin E dan C Vitamin E dan C sangat baik dalam regenerasi sel kulit. Sel kulit mati akan diperbaharui terus menerus selama asupan vitamin C dan E terpenuhi. Asupan ini bisa didapatkan dari sayuran hijau, buah-buahan, dan nasi. 3.Hindari paparan sinar matahari Paparan sinar matahari secara langsung dan dalam durasi yang lama dapat meningkatkan proses pembentukan melanin yang menyebabkan warna kulit lebih gelap. Secara alami, apabila asupan gizi untuk kulit terpenuhi dan kulit terhindar dari paparan sinar matahari, maka warna kulit akan terus mengalami pencerahan. Nah, apabila ingin mendapatkan warna kulit yang lebih cerah, senantiasa hindari terik matahari. Apabila harus melakukan aktivitas di luar ruangan pada siang hari, gunakan pelindung kulit seperti pakaian, payung, atau tabir surya. 4.Gunakan Pemutih Alami Untuk penggunaan bahan kosmetik dan perawatan kulit untuk memutihkan kulit, sebaiknya gunakan yang alami dan aman. Hindari yang menggunakan bahan kimia, karena belum tentu cocok untuk setiap kulit. Macam-macam pemutih alami : -Menggunakan Jeruk Nipis Ekstrak Jeruk nipis sudah mulai digunakan untuk memutihkan kulit. Cara menggunakannya adalah dengan mengambil jeruk nipis dan peras airnya. Kemudian, campur dengan putih telur. Lalu, oleskan campuran tersebut pada kulit dan diamkan selama lima belas menit. Lalu, bilas hingga bersih. -Buah Bengkoang Buah bengkoang sudah teruji secara klinis mampu memutihkan kulit. Akan tetapi, saat ini buah bengkoang agak sulit didapatkan karena buahnya tidak terlalu sering digunakan. Cara memutihkan kulit menggunakan bengkoang tidak jauh berbeda dengan penggunaan jeruk nipis. Pertama-tama, haluskan bengkoang secukupnya dan jadikan masker untuk kemudian dioleskan pada kulit. -Mandi Susu Mandi susu memiliki khasiat untuk memutihkan kulit. Akan tetapi, untuk mandi susu anda harus mengeluarkan biaya yang besar karena harus melakukannya secara rutin. -Ramuan Pemutih Kulit dengan Campuran Beras dan Kulit Telur Cara alami selanjutnya untuk memutihkan kulit adalah dengan menggunakan campuran beras dan kulit telur. Perpaduannya dipercaya mampu memutihkan kulit anda.cara membuat : Pertama-tama, anda harus menyiapkan kulit telur secukupnya kemudian jemur di bawah terik sinar matahari sampai benar-benar kering. Kemudian, ditumbuk hingga halus. Sebagai campurannya, beras putih ditumbuk juga sampai halus. Langkah selanjutnya adalah dengan mencampurkan kedua bahan yang sudah dihaluskan tersebut dengan perbandingan 1:3 dengan menggunakan air putih atau air mawar secukupnya saja. Gunakanlah campuran ini sebagai scrub wajah sebanyak dua kali sehari.
tajwid di al quran
Hukum bacaan
nn mati dan mim mati
Izhar (إظهار)
Izhar artinya jelas atau terang. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ /
نْ) bertemu dengan salah satu huruf halqi (ا ح خ ع غ ه ), maka dibacanya
jelas/terang.
Idgham (إدغام)
Idgham Bighunnah (dilebur dengan disertai dengung)
Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) kedalam
huruf sesudahnya dengan disertai (ber)dengung, jika bertemu dengan salah satu huruf yang empat, yaitu: ن م و ي
Idgham Bilaghunnah (dilebur tanpa dengung)
Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) kedalam
huruf sesudahnya tanpa disertai dengung, jika bertemu dengan huruf lam atau ra
(ر، ل)
Iqlab (إقلاب)
Iqlab artinya menukar atau mengganti. Apabila ada nun mati atau tanwin
(ـًـٍـٌ / نْ) bertemu dengan huruf ba (ب), maka cara membacanya dengan
menyuarakan /merubah bunyi نْ menjadi suara mim (مْ), dengan merapatkan dua
bibir serta mendengung.
Ikhfa (إخفاء)
Ikhfa artinya menyamarkan atau tidak jelas. Apabila ada nun mati atau tanwin
(ـًـٍـٌ /نْ) bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang 15 (ت ث ج د ذ س ش ص ض ط
ظ ف ق ك ), maka dibacanya samar-samar, antara jelas dan tidak (antara izhar dan
idgham) dengan mendengung.
Adapun berikut adalah Huruf – Huruf yang termasuk dalam Hukum bacaan
Nun Mati :
1. Idhar { Jika nun mati bertemu dengan salah satu huruf idhar {alif,
ha’,ha,a’in,gein,kho} maka hukum bacaannya harus jelas }
2. Idgom
a. Idgom bigunnah { ya’,nun.mim.wawu } Bacaannya sedikit brdengung dan memasuki
huruf sebelumnya
b. Idgom bilagunnah { lam, ra’ } Bacaannya jelas dgn memasuki huruf sebelumnya
3. Iqlab { ba’} Bacaannya seperti kemasukan huruf mim pada saat bertemu
4. Ikhfa’ { ta, jim, dal, dzal.zain, sin.syin, shod, dzot,to’, dzo’,fa’, qof,
kaf } Bacaannya tdk jelas
Mim mati (مْ) bila bertemu dengan huruf hijaiyyah, hukumnya ada tiga, yaitu:
ikhfa syafawi, idgham mim, dan izhar syafawi.
Ikhfa Syafawi (إخفاء سفوى)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus
dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan.
Idgham Mimi ( إدغام ميمى)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (م), maka cara membacanya adalah
seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung.
Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.
Izhar Syafawi (إظهار سفوى)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf
mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut
tertutup.
Macam macam
mad

“Al” Syamsiyah adalah “Al” atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyah dan dibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca).
Huruf-huruf tersebut adalah ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن
2. Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Syamsiyah:
a. Dibacanya dileburkan/idghom
b. Ada tanda tasydid/syiddah ( ) di atas huruf yang terletak setelah alif lam mati => الـــّ
Contoh:
وَالشَّمْسِ يَوْمُ الدِّيْنِ وَالضُّحَى
3. Pengertian hukum bacaan “Al” Qamariyah
“Al” Qamariyah adalah “Al” atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf qamariyah dan dibacanya jelas/izhar.
Huruf-huruf tersebut adalah : ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي
4. Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Qamariyah:
a. Dibacanya jelas/izhar
b. Ada tanda sukun ( ْ ) di atas huruf alif lam mati => الْ
Contoh:
اَلْهَادِى وَالْحَمْدُ بِاْلإِيْمَانِ