Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Free Tail- Heart 1 Cursors at www.totallyfreecursors.com

Blogger templates


RSS

TEORI IONISASI => SVANTE AUGUST ARRHENIUS (1887)


Menurut Arrhenius zatzat elektrolit ketika dilarutkan ke dalam air akan mengalami penguraian/teruarai menjadi partikel berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik yang disebut ion. Reaksi penguraian zat elektrolit menjadi ion–ion disebut reaksi ionisasi. Dalam reaksi ionisasi dihasilkan ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Karena larutan bersifat netral maka jumlah muatan positif harus sama dengan jumlah muatan negatif.
   Ion–ion dalam larutan dapat bergerak bebas. Ion positif (kation) akan bergerak ke elektroda negatif (katoda) dan ion negatif (anion) bergerak ke elektroda positif (anoda). Ion–ion yang bergerak bebas inilah yang berperan membawa aliran muatan listrik dari katoda ke anoda dan sebaliknya, sehingga elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan larutan non elektrolit tidak menghantarkan arus listrik karena tidak mengalami reaksi ionisasi membentuk kation dan anion. Dalam larutan zat non elektrolit tetap berupa molekul netral, sehingga tidak menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik disebabkan penguraian zat menjadi ion-ion penyusunnya (proses ionisasi) dalam pelarut air.
 
REAKSI IONISASI ELEKTROLIT KUAT
REAKSI IONISASI ELEKTROLIT LEMAH
Jenis dan konsentrasi (kepekatan) suatu larutan dapat berpengaruh terhadap daya hantar listriknya. Untuk menunjukkan kekuatan elektrolit digunakan derajat ionisasi. Makin besar harga α , makin kuat elektrolit tersebut


 REAKSI IONISASI ELEKTROLIT KUAT
 
Larutan yang dapat memberikan lampu terang, gelembung gasnya banyak, maka larutan ini merupakan elektrolit kuat.
Umumnya elektrolit kuat adalah larutan garam.
Dalam proses ionisasinya, elektrolit kuat menghasilkan banyak ion maka a= 1 (terurai senyawa), pada persamaan reaksi ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan.
Elektrolit kuat ada beberapa dari asam dan basa.


Contoh :
NaCl (aq)     Na+ (aq) + Cl- (aq)
KI (aq)   K+ (aq) + I- (aq)
Ca(NO3)2(g)   Ca2+ (aq) + NO3- (aq)

Kation dan anion yang dapat membentuk elektrolit

  kuat.

Kation :   Na+, L+, K+, Mg2+ , Ca2+ , Sr2+ , Ba2+ , NH4+
Anion :  Cl-, Br-, I-, SO42- , NO3-, ClO4-, HSO4-, CO32- , HCO32-


 REAKSI IONISASI ELEKTROLIT 



LEMAH


 
Larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun

  tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas

  pada elektrodanya maka larutan ini merupakan


  elekrtolit lemah. Daya hantarnya buruk dan memiliki

  á 

(derajat ionisasi) kecil,

Karena sedikit larutan yang terurai (terionisasi).

 Makin sedikit yang terionisasi, makin lemah elektrolit 

 tersebut. Dalam persamaan reaksi ionisasi elektrolit

 lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik)

 artinya tidak semua molekul terurai (ionisasi tidak

  sempurna
 
Contoh :

CH3COOH(aq)   CH3COO- (aq) + H+ (aq)
NH4OH(g)   NH4+ (aq) + OH- (aq)

 DERAJAT IONISASI


 
Banyak atau sedikitnya molekul zat yang terionisasi dinyatakan dalam derajat ionisasi. Derajat ionisasi ( α) merupakan perbandingan banyaknya molekul zat yang terurai dengan banyaknya molekul zat mula-mula.
α = 1, elektrolit kuat
0 < α < 1, elektrolit lemah
α = 0, non elektrolit


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar