Menurut Arrhenius zat–zat elektrolit ketika dilarutkan ke dalam air akan mengalami penguraian/teruarai menjadi partikel berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik yang disebut ion. Reaksi penguraian zat elektrolit menjadi ion–ion disebut reaksi ionisasi. Dalam reaksi ionisasi dihasilkan
ion positif (kation) dan
ion negatif
(anion). Karena larutan bersifat netral maka jumlah muatan positif harus sama dengan jumlah muatan negatif.
Ion–ion dalam larutan dapat bergerak bebas. Ion positif (kation) akan bergerak ke elektroda negatif (katoda) dan ion negatif (anion) bergerak ke elektroda positif (anoda). Ion–ion yang bergerak bebas inilah
yang berperan membawa aliran muatan listrik dari katoda ke anoda dan sebaliknya, sehingga elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan larutan
non elektrolit tidak menghantarkan arus listrik karena tidak mengalami reaksi ionisasi membentuk kation dan
anion. Dalam larutan zat
non elektrolit tetap berupa molekul netral, sehingga tidak menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik disebabkan penguraian zat menjadi ion-ion penyusunnya (proses ionisasi) dalam pelarut air.
REAKSI IONISASI ELEKTROLIT KUAT
REAKSI IONISASI ELEKTROLIT LEMAH
Jenis dan konsentrasi (kepekatan) suatu larutan dapat berpengaruh terhadap daya hantar listriknya. Untuk menunjukkan kekuatan elektrolit digunakan derajat ionisasi. Makin besar harga α , makin kuat elektrolit tersebut
REAKSI IONISASI ELEKTROLIT KUAT
Larutan
yang dapat memberikan
lampu terang,
gelembung gasnya
banyak, maka
larutan ini
merupakan elektrolit kuat.
Umumnya
elektrolit kuat
adalah larutan
garam.
Dalam
proses ionisasinya, elektrolit kuat menghasilkan banyak ion maka a= 1 (terurai senyawa),
pada persamaan
reaksi ionisasi
elektrolit kuat
ditandai dengan
anak panah
satu arah
ke kanan.
Elektrolit kuat ada beberapa dari asam dan basa.
Contoh :
NaCl (aq)
Na+
(aq)
+ Cl-
(aq)
KI
(aq)
K+
(aq)
+ I- (aq)
Ca(NO3)2(g) Ca2+ (aq) + NO3- (aq)
Kation dan anion yang dapat membentuk elektrolit
kuat.
Kation : Na+, L+,
K+, Mg2+
, Ca2+ , Sr2+ , Ba2+ , NH4+
Anion
: Cl-, Br-,
I-, SO42-
, NO3-, ClO4-, HSO4-, CO32-
, HCO32-
REAKSI IONISASI ELEKTROLIT
LEMAH
Larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun
tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas
pada elektrodanya maka larutan ini merupakan
elekrtolit lemah. Daya hantarnya buruk dan memiliki
á
(derajat ionisasi) kecil,
Karena sedikit larutan yang terurai (terionisasi).
Makin sedikit yang terionisasi, makin lemah
elektrolit
tersebut. Dalam persamaan reaksi ionisasi
elektrolit
lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik)
artinya tidak semua molekul terurai (ionisasi tidak
sempurna
Contoh :
CH3COOH(aq) CH3COO- (aq) + H+ (aq)
NH4OH(g) NH4+ (aq) + OH- (aq)
DERAJAT IONISASI
Banyak atau sedikitnya molekul zat yang terionisasi dinyatakan
dalam derajat ionisasi. Derajat ionisasi ( α) merupakan perbandingan banyaknya
molekul zat yang terurai dengan banyaknya molekul zat mula-mula.
α
= 1, elektrolit kuat
0 < α < 1, elektrolit lemah
α
= 0, non elektrolit
0 komentar:
Posting Komentar