Waktu itu adalah hari dimana hari senin saya UAMBN. Hari jum'at malam,saya ditelfon teman-teman saya untuk mengikuti sepeda bersama dalam rangka refresing untuk menjalani ujian. Tanpa berfikir panjang,saya menyetujui ajakan teman-temanku tersebut.
Pagi hari yang ditunggu aku dan teman-temanku datang juga. Kita berkumpul di depan sekolahku di MTs N GONDOWULUNG tepat pukul jam 08.00 pagi. Pada saat ditelfon yang diberitaukan ada 12 orang tetapi waktu pagi harinya yang ikut ternyata hanya 10 orang saja.
Pada saat telah berkumpul 10 orang,saat itu belum ditentukan mau kemana yang bersepeda. Awalnya hanya muter-muter biasa karena sebelum berangkat sudah dimarahin sama guru-guru yang ada di SMP ku itu. Akhirnya, salah satu teman saya mengusulkan untuk bersepedaan di makam seniman imogiri.
Sesampainya disana kita hanya menuntun sepeda karena jalannya yang sangat curam turun naik turun naik. Tepat di setengah perjalanan,saya dan teman-teman saya istirahat karena kelelahan. Kita beristirahat di warung yang penjualnya sangat baik dan berbagi cerita tentang kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar jalan naik turun di makam seniman tersebut.
Pada saat itu, saya dan salah stu teman saya sedang haid. Jadi tidak mengikuti sholat jama'ah di mushola terdekat. Di atas kita berdua merasa suntuk karena tidak ada teman yang lainnya. Karena teman-teman yang lainny berada di bawah dan tidak naik-naik ke atas lagi.
Teman saya memutuskan untuk menyusul yang lainnya dan dia berusaha membujukku agar ikut dengannya kebawah. Aku terbujuk akan rayuannya yang aku tidak tau akan mengalami kejadian yang sangat buruk menimpaku dengannya. Kita turun menggunakan sepeda mini,pada saat itu saya tidak tau rem di sepeda menjadi blong dan sepeda menjadi tak terkendali. Sepada terus menerus bergerak kebawah,aku hanya pasrah dengan kejadian yang akan menimpaku.
Saat itu teman yang saya boncengi terus menerus berontak, menggoyang-goyangkan sepedanya karena sangat ketakutan. Saya hanya diam saja dalam hati saya hanya mengucapkan allahuakbar allahuakbar berulang-ulang kali. Sepeda yang kami tunggangi terjatuh kesamping. saya terlempar jauh dari tempat dimana sepeda saya jatuh. Saya mengalami luka yang cukup mengerikan di kepala saya yang mengakibatkan rambut-rambut saya pada rontok semua dan luka di separoh muka saya.
Separuh muka saya menjadi hancur tak berbentuk dan diluka tersebut banyak kerikil dan pasir yang banyak menempel di luka dan ada juga pasir yang masuk di mata saya. Saya ditolong oleh seorang bapak-bapak dan membawaku ke puskesmas imogiri dalam keadaan tak sadarkan diri.
Waktu saya sadar saya merasakan sakit yang amat luar biasa dikepala dan di muka saya. Luka-lukaku dibiarkan terbuka sama perawatnya. Di ruang rawat saya ditengok sama teman-teman,saya melihat teman-teman pada menangis semuanya,tapi saya berusaha agar tetap tegar. Salah satu teman saya melihatkan muka saya di kaca. Saya kaget dengan keadaan muka saya yang sangat hancur,air mata saya tumpah kepipi yang membuat luka saya semakin sakit.
Saya menghubungi keluarga saya yang berada dirumah dan memberitahukan kalau saya mengalami kecelakaan. Orang tua dan keluargaku pada datang dan membawa saya pulang kerumah. Dirumah saya tidak bisa tidur karena masih merasa sakit.Mata saya yang sebelah kanan tidak bisa terbuka dan mulut saya sakit kalau buat bicara,jadi saya hanya diam saja.
Ujian berlangsung selama 3 hari,saya merasa malu dengan teman-teman saya karena keadaan saya. Saat pengumumam yang saya rasakan benar benar terjadi UAMBN saya hanya mendapatkan 36,85 saja dari 5 mata pelajaran agama.
SEKIAN
TERJUN DARI JALAN MENURUN
Diposting oleh
Unknown
|
Read User's Comments(0)
Langganan:
Postingan (Atom)